Artificial Intelligence

AI Visibility untuk E-commerce: Ketika Pelanggan Mencari Produk Lewat AI

JerryJerry··6 min read

Cara orang menemukan produk terus berubah.

Dulu, pelanggan datang langsung ke toko. Kemudian mereka mulai menggunakan Google.

Setelah itu, marketplace dan media sosial menjadi bagian penting dari proses pencarian produk.

Sekarang, muncul satu kebiasaan baru:

bertanya kepada AI sebelum membeli.

Pengguna bisa bertanya:

“Skincare apa yang cocok untuk kulit berminyak?”
“Rekomendasi sepatu lari untuk pemula.”
“Laptop terbaik untuk kerja dengan budget Rp10 juta.”
“Produk apa yang bagus untuk hadiah ulang tahun?”

AI kemudian dapat memberikan beberapa rekomendasi berdasarkan kebutuhan yang dijelaskan pengguna.

Bagi bisnis e-commerce, perubahan ini membuat AI Visibility semakin relevan untuk diperhatikan.

Product Discovery Tidak Lagi Hanya Terjadi di Marketplace

Marketplace masih menjadi channel yang sangat penting.

Pelanggan dapat melihat produk, harga, rating, review, dan langsung melakukan pembelian.

Namun, sebelum membuka marketplace, sebagian pelanggan mungkin sudah melakukan research terlebih dahulu.

Misalnya mereka bertanya kepada AI:

“Apa vacuum cleaner yang bagus untuk apartemen kecil?”

AI kemudian memberikan beberapa pilihan atau kategori produk.

Setelah itu, pengguna baru mencari produk tersebut di marketplace atau website.

Artinya, product discovery dapat terjadi sebelum pelanggan masuk ke channel transaksi.

Di sinilah AI mulai memiliki peran dalam customer journey.

Pelanggan Bisa Mencari Berdasarkan Masalah, Bukan Nama Produk

Salah satu hal menarik dari AI adalah pengguna tidak harus tahu produk apa yang mereka cari.

Mereka cukup menjelaskan masalah.

Misalnya:

“Saya sering sakit punggung ketika duduk lama. Produk apa yang bisa membantu?”

Atau:

“Saya butuh hadiah untuk teman yang suka kopi dengan budget Rp300 ribu.”

Pertanyaan seperti ini tidak selalu mengandung nama produk atau brand.

AI membantu menerjemahkan kebutuhan menjadi beberapa pilihan.

Bagi e-commerce, ini berarti peluang discovery tidak hanya muncul ketika pelanggan mencari nama produk.

Brand juga bisa ditemukan ketika pelanggan sedang mencari solusi.

AI Bisa Membantu Membentuk Shortlist Produk

Salah satu tantangan terbesar dalam e-commerce adalah terlalu banyak pilihan. Untuk satu kategori produk saja, pengguna bisa menemukan ratusan produk. AI dapat membantu mempersempit pilihan tersebut.

Misalnya pengguna bertanya:

“Rekomendasikan tiga mechanical keyboard untuk programmer di bawah Rp1 juta.”

AI dapat memberikan shortlist.

Setelah itu pengguna mungkin bertanya:

“Mana yang paling nyaman?”
“Mana yang paling bagus untuk Mac?”
“Mana yang paling awet?”

Dalam proses seperti ini, produk yang masuk ke shortlist memiliki peluang lebih besar untuk dipertimbangkan.

Bagi brand, pertanyaannya menjadi:

Apakah produk kita masuk ke dalam shortlist tersebut?

Recommendation Search Semakin Penting

Banyak pencarian produk memiliki format rekomendasi.

Misalnya:

“Best running shoes for beginners.”
“Skincare lokal untuk kulit sensitif.”
“Headphone terbaik untuk meeting.”
“Hadiah anniversary untuk pasangan.”

Pertanyaan seperti ini sangat dekat dengan product discovery.

Jika brand sering muncul dalam rekomendasi yang relevan, peluang awareness juga meningkat.

Sebaliknya, jika kompetitor lebih sering muncul, mereka mendapatkan exposure lebih dulu.

Karena itu, recommendation prompt menjadi salah satu jenis prompt yang penting untuk dipantau oleh bisnis e-commerce.

Comparison Juga Bisa Terjadi di AI

Setelah menemukan beberapa produk, pelanggan biasanya membandingkan.

AI membuat proses ini semakin mudah.

Contohnya:

“Bandingkan Product A dan Product B.”
“Mana yang lebih bagus untuk pemula?”
“Mana yang lebih worth it?”
“Apa perbedaan keduanya?”

Jawaban tersebut dapat memengaruhi persepsi pelanggan.

Misalnya satu produk dianggap lebih murah.

Produk lain dianggap lebih premium.

Satu brand dianggap lebih mudah digunakan.

Brand lain dianggap memiliki kualitas lebih tinggi.

Bagi e-commerce, ini menunjukkan bahwa brand positioning juga dapat terbentuk melalui jawaban AI.

Harga Bukan Satu-Satunya Faktor

Dalam e-commerce, harga memang penting.

Namun, pengguna sering mempertimbangkan banyak hal lain.

Misalnya:

  • Kualitas.
  • Durability.
  • Desain.
  • Ukuran.
  • Kemudahan penggunaan.
  • Brand reputation.
  • Garansi.
  • Review.

Kesesuaian dengan kebutuhan.

AI dapat membantu merangkum faktor-faktor tersebut.

Artinya, brand perlu memahami apakah value proposition mereka terlihat dengan jelas.

Jika produk hanya dipersepsikan sebagai “lebih mahal” tanpa konteks kelebihan yang jelas, hal tersebut bisa memengaruhi consideration.

Informasi Produk yang Jelas Menjadi Semakin Penting

AI hanya dapat memahami produk berdasarkan informasi yang tersedia.

Karena itu, bisnis e-commerce perlu memastikan informasi produk cukup jelas.

Misalnya:

  • Nama produk.
  • Kategori.
  • Deskripsi.
  • Fitur.
  • Spesifikasi.
  • Ukuran.
  • Bahan.
  • Cara penggunaan.
  • Target pengguna.
  • Harga.
  • Keunggulan.

Informasi yang tidak lengkap dapat membuat calon pelanggan kesulitan memahami produk.

Hal yang sama juga berlaku ketika informasi tersebut digunakan dalam konteks AI.

Jangan Mengandalkan Marketplace Saja

Banyak brand e-commerce sangat bergantung pada marketplace. Marketplace memang sangat penting untuk conversion. Namun, brand tetap memiliki manfaat dari website sendiri.

Website bisa membantu menjelaskan:

  • Story brand.
  • Kategori produk.
  • Keunggulan.
  • FAQ.
  • Panduan penggunaan.
  • Comparison.

Informasi yang lebih lengkap.

Website juga memberikan ruang bagi brand untuk menjelaskan positioning dengan lebih jelas dibandingkan hanya melalui product listing.

Dalam konteks AI Visibility, informasi seperti ini dapat menjadi bagian penting dari digital presence brand.

Product Page Bukan Sekadar Tempat Menjual

Product page sering dianggap hanya sebagai halaman transaksi.

Padahal, product page juga berfungsi sebagai sumber informasi.

Halaman produk yang baik seharusnya membantu menjawab:

Produk ini untuk siapa?

Masalah apa yang diselesaikan?

Apa keunggulannya?

Apa perbedaannya dengan produk lain?

Bagaimana cara menggunakannya?

Apa spesifikasinya?

Informasi seperti ini tidak hanya membantu conversion.

Tetapi juga membantu brand menjadi lebih mudah dipahami secara digital.

Review Tetap Memiliki Peran Besar

AI Visibility bukan berarti review pelanggan menjadi tidak penting.

Justru review tetap menjadi salah satu elemen penting dalam keputusan pembelian.

Setelah mendapatkan rekomendasi dari AI, pelanggan mungkin tetap mencari:

  • Rating.
  • Review marketplace.
  • Video review.
  • Testimoni.
  • Pengalaman pengguna lain.

Artinya, AI dapat membantu discovery.

Namun trust tetap dibangun melalui banyak channel.

Karena itu, e-commerce perlu tetap memperhatikan customer experience secara keseluruhan.

AI Bisa Membantu Pelanggan Menentukan Produk yang Cocok

Salah satu keunggulan AI adalah kemampuan menerima konteks lebih detail.

Misalnya pelanggan bertanya:

“Saya pemula dalam fotografi, budget Rp8 juta, lebih sering foto travel. Kamera apa yang cocok?”

Pertanyaan ini jauh lebih spesifik dibanding:

“Kamera terbaik.”

AI dapat membantu menyesuaikan rekomendasi berdasarkan kebutuhan.

Bagi e-commerce, ini membuka kemungkinan baru:

produk bisa ditemukan melalui use case yang sangat spesifik.

Karena itu, brand tidak hanya perlu memikirkan kategori produk.

Tetapi juga berbagai situasi di mana produk mereka relevan.

Intent dalam Prompt E-commerce Bisa Berbeda

Tidak semua prompt memiliki tingkat purchase intent yang sama.

Misalnya:

“Apa itu mechanical keyboard?”

lebih bersifat edukasi.

Sementara:

“Mechanical keyboard terbaik untuk programmer di bawah Rp1 juta”

lebih dekat ke pembelian.

Dan:

“Brand A vs Brand B, mana yang lebih worth it?”

bahkan lebih dekat lagi ke tahap decision.

Bisnis e-commerce dapat mengelompokkan prompt berdasarkan intent.

Misalnya:

Awareness

“Apa manfaat air purifier?”

Consideration

“Air purifier bagus untuk kamar kecil.”

Comparison

“Brand A vs Brand B.”

Purchase Intent

“Air purifier terbaik di bawah Rp2 juta.”

Dengan begitu, brand dapat memahami posisi mereka pada berbagai tahap customer journey.

AI Visibility Bisa Membantu Melihat Produk yang Paling Kuat

Tidak semua produk dalam sebuah katalog memiliki visibility yang sama.

Misalnya sebuah brand menjual 50 produk.

Namun hanya lima produk yang sering muncul ketika pengguna meminta rekomendasi.

Hal tersebut bisa menjadi insight.

Apakah lima produk tersebut memang hero product?

Apakah positioning-nya lebih jelas?

Apakah produknya lebih banyak dibicarakan?

Apakah ada kategori lain yang masih belum memiliki visibility?

Data seperti ini dapat membantu tim marketing memahami produk mana yang lebih kuat dalam discovery berbasis AI.

Kompetitor Bisa Muncul di Prompt yang Sama

Salah satu hal penting untuk dipantau adalah kompetitor.

Misalnya pengguna bertanya:

“Skincare lokal untuk kulit kering.”

Brand Anda mungkin muncul bersama empat kompetitor.

Atau mungkin tidak muncul sama sekali.

Jika kompetitor terus muncul pada prompt yang relevan, mereka memiliki kesempatan untuk mendapatkan perhatian lebih dulu.

Karena itu, e-commerce perlu melihat bukan hanya brand sendiri.

Tetapi juga share of visibility dibandingkan kompetitor.

AI Visibility Bisa Membantu Campaign Planning

Insight dari AI Search juga dapat digunakan untuk marketing campaign.

Misalnya banyak pengguna bertanya:

“Produk hadiah untuk Lebaran.”

Atau:

“Skincare untuk musim panas.”

Atau:

“Perlengkapan untuk traveling.”

Pertanyaan seperti ini dapat menunjukkan tema kebutuhan tertentu.

Tim marketing dapat menggunakan insight tersebut sebagai tambahan untuk:

  • Content planning.
  • Campaign.
  • Landing page.
  • Bundling produk.
  • Product education.

Dengan demikian, AI Visibility dapat menjadi salah satu sumber insight tambahan untuk marketing.

AI Search Tidak Menggantikan Marketplace

Marketplace tetap memiliki keunggulan besar.

  • Ada transaksi.
  • Review.
  • Voucher.
  • Promo.
  • Logistik.
  • Payment.

AI tidak menggantikan fungsi tersebut.

Namun AI dapat masuk di tahap sebelum pengguna membuka marketplace.

Secara sederhana:

Need → Ask AI → Discover Product → Compare → Marketplace/Website → Purchase

Tidak semua customer journey akan seperti ini.

Namun pola tersebut menunjukkan bahwa AI dapat menjadi bagian dari funnel e-commerce.

Apa yang Perlu Dipantau oleh Brand E-commerce?

Beberapa hal yang dapat mulai diperhatikan antara lain:

Product Mentions

Apakah produk atau brand disebut oleh AI?

Recommendation Prompts

Apakah brand muncul ketika pengguna meminta rekomendasi?

Comparison Prompts

Bagaimana produk dijelaskan dibandingkan kompetitor?

Category Visibility

Apakah brand muncul dalam kategori produk tertentu?

Use Case Visibility

Apakah produk muncul untuk kebutuhan spesifik?

Buying Intent Visibility

Apakah brand hadir pada prompt yang dekat dengan pembelian?

Competitor Visibility

Siapa yang paling sering muncul bersama atau menggantikan brand?

Dengan monitoring tersebut, e-commerce dapat melihat AI Visibility lebih dari sekadar jumlah mention.

Pantau AI Visibility E-commerce dengan SpiderPrompt

Melakukan pencarian manual bisa menjadi langkah awal.

Namun, ketika brand memiliki banyak produk, kompetitor, kategori, dan prompt yang ingin dipantau, proses tersebut menjadi semakin kompleks.

SpiderPrompt membantu bisnis memantau bagaimana brand dan produk terlihat di berbagai platform AI.

Dengan Prompt Tracking, tim dapat memantau recommendation, comparison, category, hingga buying-intent prompt.

AI Mentions membantu melihat kapan dan bagaimana brand disebut.

Brand Competitor membantu membandingkan visibility dengan kompetitor.

Sementara AI Analytics memberikan insight tambahan mengenai aktivitas AI terhadap website.

Dengan data tersebut, bisnis e-commerce dapat memahami apakah produk mereka ikut hadir ketika calon pelanggan mulai mencari pilihan melalui AI.

Karena pertanyaan penting bagi e-commerce sekarang bukan hanya:

“Apakah produk kita muncul di marketplace?”

Tetapi juga:

“Ketika pelanggan bertanya kepada AI produk apa yang harus dibeli, apakah brand kita masuk ke dalam pilihannya?”

Pelajari lebih lanjut tentang AI Visibility untuk e-commerce melalui SpiderPrompt.

#Artificial Intelligence#News#SEO