Artificial Intelligence

AI Visibility untuk SaaS: Bagaimana Produk Anda Ditemukan di AI Search?

JerryJerry··6 min read

Industri SaaS adalah salah satu industri dengan tingkat persaingan yang tinggi.

Untuk satu kategori produk saja, calon pelanggan bisa menemukan banyak pilihan.

  • CRM.
  • Project management.
  • Accounting software.
  • Marketing automation.
  • Customer support.
  • HR software.
  • Analytics platform.

Setiap kategori bisa memiliki puluhan bahkan ratusan produk. Karena itu, tantangan SaaS bukan hanya membuat produk yang bagus.

Tantangan lainnya adalah:

Bagaimana membuat produk ditemukan ketika calon pelanggan sedang mencari solusi?

Sekarang, proses discovery tersebut tidak hanya terjadi di Google.

Sebagian pengguna juga mulai menggunakan AI untuk mencari rekomendasi, membandingkan software, dan menentukan pilihan.

Di sinilah AI Visibility mulai relevan bagi bisnis SaaS.

Cara Orang Mencari Software Mulai Berubah

Dulu, calon pelanggan mungkin mencari:

“Best CRM software”

Kemudian membuka beberapa artikel.

  • Melihat halaman comparison.
  • Membaca review.
  • Mengecek pricing.

Sekarang, pengguna dapat langsung bertanya:

“CRM apa yang cocok untuk startup dengan tim sales kecil?”

Atau:

“Apa alternatif HubSpot yang lebih sederhana?”

Atau:

“Project management software apa yang cocok untuk tim remote?”

Pertanyaan seperti ini jauh lebih spesifik. AI kemudian dapat memberikan beberapa rekomendasi berdasarkan konteks yang diberikan.

Bagi perusahaan SaaS, ini berarti ada channel discovery baru yang perlu mulai diperhatikan.

SaaS Sangat Bergantung pada Discovery

Banyak produk SaaS memiliki karakteristik yang hampir sama.

  • Fitur bisa mirip.
  • Pricing bisa berdekatan.
  • Target customer juga bisa overlap.

Karena itu, calon pelanggan sering tidak mengetahui produk mana yang paling cocok sebelum melakukan research.

Mereka membutuhkan bantuan untuk mempersempit pilihan.

AI dapat memainkan peran tersebut.

Ketika pengguna bertanya:

“Software HR terbaik untuk perusahaan 100 karyawan di Indonesia.”

AI dapat memberikan shortlist beberapa produk.

Jika produk Anda masuk dalam shortlist tersebut, brand Anda memiliki peluang untuk dipertimbangkan.

Jika tidak muncul, calon pelanggan mungkin tidak pernah mengetahui bahwa produk Anda ada.

SaaS Sering Dicari Melalui Comparison

Salah satu perilaku paling umum dalam pembelian software adalah comparison.

Pengguna biasanya membandingkan beberapa produk sebelum mengambil keputusan.

Contohnya:

“Notion vs ClickUp”
“HubSpot vs Salesforce”
“Alternative to Slack”
“Software HR A vs Software HR B”

AI membuat proses comparison menjadi semakin mudah. Pengguna dapat bertanya langsung mengenai:

  • Harga.
  • Fitur.
  • Kemudahan penggunaan.
  • Target customer.
  • Integrasi.
  • Kelebihan.
  • Kekurangan.

Dalam satu percakapan, pengguna bisa mendapatkan gambaran mengenai beberapa produk sekaligus.

Karena itu, bagaimana SaaS dijelaskan oleh AI menjadi semakin penting.

Brand Bisa Masuk atau Keluar dari Consideration Set

Dalam marketing, ada konsep consideration set.

Yaitu kumpulan brand yang dipertimbangkan pelanggan sebelum membeli. Misalnya calon pelanggan awalnya memiliki 10 pilihan. Setelah melakukan research, hanya tersisa tiga.

AI dapat membantu mempersempit pilihan tersebut.

Contohnya pengguna bertanya:

“Dari lima tools ini, mana yang paling cocok untuk startup kecil?”

Jika AI merekomendasikan tiga produk, tiga produk tersebut memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke tahap berikutnya.

Artinya, AI dapat memengaruhi siapa yang masuk ke consideration set.

Bagi SaaS, hal ini sangat penting. Karena produk yang tidak pernah masuk ke tahap consideration akan sulit mendapatkan conversion.

Prompt untuk SaaS Bisa Memiliki Buying Intent Tinggi

Tidak semua prompt memiliki nilai yang sama.

Misalnya:

“Apa itu CRM?”

lebih bersifat edukasi.

Sementara:

“CRM terbaik untuk perusahaan kecil dengan budget di bawah Rp2 juta per bulan”

memiliki intent yang jauh lebih tinggi.

Pengguna kedua kemungkinan sudah berada lebih dekat dengan keputusan pembelian.

Bagi SaaS, prompt seperti ini sangat penting untuk dipantau.

Beberapa contohnya:

“Best software for…”
“Alternative to…”
“X vs Y”
“Software untuk perusahaan…”
“Tool yang cocok untuk…”
“Software termurah untuk…”
“Software paling mudah digunakan untuk…”

Prompt tersebut dapat menunjukkan bahwa pengguna sedang melakukan evaluation.

AI Visibility Bisa Membantu Melihat Posisi Produk

Salah satu pertanyaan penting bagi SaaS adalah:

Dalam kategori apa produk kita terlihat kuat?

Misalnya sebuah SaaS ingin dikenal sebagai:

“CRM untuk startup.”

Namun ketika dipantau, produk lebih sering muncul pada pertanyaan:

“CRM murah untuk bisnis kecil.”

Kedua positioning tersebut tidak sepenuhnya sama.

Insight seperti ini dapat membantu tim marketing memahami bagaimana produk dipersepsikan.

Apakah sesuai dengan positioning yang diinginkan?

Atau ada persepsi lain yang lebih dominan?

AI Visibility dapat membantu memberikan gambaran tersebut.

Persaingan SaaS sangat dinamis.

  • Kompetitor bisa meluncurkan fitur baru.
  • Mengubah pricing.
  • Masuk ke segmen baru.
  • Melakukan rebranding.
  • Membuat landing page baru.
  • Meluncurkan AI feature.

Perubahan seperti ini dapat memengaruhi bagaimana produk mereka dibicarakan.

Karena itu, perusahaan SaaS tidak hanya perlu memantau brand sendiri.

Mereka juga perlu melihat:

  • Kompetitor mana yang paling sering muncul?
  • Dalam prompt apa mereka dominan?
  • Bagaimana AI membandingkan mereka dengan produk kita?
  • Apakah kompetitor mulai masuk ke kategori yang sebelumnya kita kuasai?

Insight tersebut bisa menjadi bagian dari competitive intelligence.

Alternative Search Sangat Penting untuk SaaS

Salah satu jenis pencarian yang menarik adalah:

“Alternative to X”

Contohnya:

“Alternative to Salesforce”
“Alternative to Notion”
“Alternative to Mailchimp”

Pengguna yang melakukan pencarian seperti ini biasanya sudah mengenal satu produk. Namun mereka sedang mencari pilihan lain.

Ini merupakan kesempatan besar bagi SaaS lain untuk ditemukan. Jika produk Anda muncul sebagai alternatif, Anda dapat masuk ke customer journey pada saat pengguna memiliki intent yang cukup tinggi.

Karena itu, prompt bertema alternative layak menjadi bagian dari monitoring AI Visibility.

Comparison Search Juga Penting

Selain alternative, prompt comparison juga sangat berharga.

Misalnya:

“Brand A vs Brand B”
“Mana yang lebih baik untuk startup?”
“Mana yang lebih murah?”
“Mana yang lebih mudah digunakan?”

Jawaban AI dapat membentuk persepsi mengenai perbedaan produk.

Misalnya:

  • Brand A dianggap lebih fleksibel.
  • Brand B dianggap lebih sederhana.
  • Brand C dianggap lebih cocok untuk enterprise.

Jika pola seperti ini terus muncul, tim marketing dapat melihat bagaimana positioning produk terbentuk di AI.

AI Visibility Bisa Membantu Product Marketing

Insight dari AI Search tidak hanya berguna untuk SEO atau content marketing.

Product marketing juga bisa mendapatkan manfaat.

Misalnya tim menemukan bahwa pengguna sering bertanya:

“Apakah produk ini cocok untuk bisnis kecil?”

Namun website lebih banyak membahas enterprise.

Ini menunjukkan adanya gap antara customer question dan messaging produk.

Atau pengguna sering membandingkan produk dengan kompetitor tertentu.

Hal tersebut bisa menjadi sinyal bahwa pasar melihat kedua produk sebagai alternatif langsung.

Informasi ini dapat membantu tim product marketing memperjelas positioning.

Website Tetap Menjadi Fondasi

Meskipun discovery dapat terjadi melalui AI, website tetap penting bagi SaaS.

Setelah mendapatkan rekomendasi, calon pelanggan biasanya tetap ingin mengecek:

  • Pricing.
  • Features.
  • Demo.
  • Integrations.
  • Case study.
  • Documentation.
  • Security.
  • Customer support.
  • Free trial.

Website masih menjadi tempat utama untuk memverifikasi informasi dan mengambil tindakan.

Karena itu, AI Visibility dan website sebaiknya tidak dipandang sebagai dua hal yang terpisah.

AI dapat membantu discovery.

Website membantu memperdalam consideration dan mendorong conversion.

AI Search Tidak Menggantikan SEO

Bagi SaaS, SEO tetap penting. Banyak calon pelanggan masih mencari software melalui Google.

Namun perilaku pencarian menjadi lebih beragam.

Seseorang bisa:

  • Bertanya kepada AI.
  • Kemudian membuka Google.
  • Membaca review.
  • Mengunjungi website.
  • Kembali bertanya kepada AI.

Lalu membandingkan dua produk.

Customer journey semakin tidak linear.

Karena itu, strategi yang lebih relevan adalah melihat AI Visibility sebagai pelengkap SEO dan demand generation.

SaaS Bisa Memulai dari Prompt yang Paling Penting

Tidak perlu memantau semua prompt sekaligus.

Mulailah dari kelompok yang paling dekat dengan bisnis.

Category Prompt

“Software payroll terbaik”

Use Case Prompt

“Software payroll untuk perusahaan 50 karyawan”

Alternative Prompt

“Alternatif Brand A”

Comparison Prompt

“Brand A vs Brand B”

Feature Prompt

“Software HR dengan attendance dan payroll”

Buying Intent Prompt

“Software HR terbaik untuk perusahaan kecil”

Dari kelompok tersebut, tim dapat mulai melihat pola.

  • Produk muncul di mana?
  • Tidak muncul di mana?
  • Kompetitor mana yang dominan?

Tidak Semua Mention Sama Pentingnya

Produk SaaS tidak harus muncul sebanyak mungkin. Yang lebih penting adalah muncul dalam konteks yang relevan.

Misalnya sebuah SaaS hanya muncul pada 20 prompt.

Namun 20 prompt tersebut memiliki buying intent tinggi. Hal itu bisa lebih berarti dibandingkan muncul di 100 prompt yang hanya bersifat edukasi umum.

Karena itu, AI Visibility sebaiknya dilihat berdasarkan:

  • Relevansi.
  • Intent.
  • Context.
  • Competitor comparison.

Bukan hanya volume mention.

AI Visibility Bisa Menjadi Leading Indicator

SaaS biasanya mengukur:

  • Website traffic.
  • Demo request.
  • Free trial.
  • MQL.
  • SQL.
  • Conversion.
  • Revenue.

Semua metrik tersebut penting.

Namun AI Visibility dapat memberikan sinyal lebih awal. Misalnya brand mulai semakin sering muncul pada prompt dengan buying intent. Traffic mungkin belum langsung naik. Conversion juga belum tentu berubah.

Namun visibility yang meningkat dapat menunjukkan bahwa brand mulai masuk lebih sering ke dalam tahap discovery dan consideration.

Karena itu, AI Visibility dapat menjadi salah satu leading indicator yang menarik untuk dipantau.

Apa yang Sebaiknya Dipantau oleh SaaS?

Beberapa metrik yang dapat diperhatikan antara lain:

AI Mentions

Seberapa sering produk disebut?

Prompt Coverage

Berapa banyak prompt penting yang menghasilkan mention?

Competitor Visibility

Bagaimana posisi produk dibandingkan kompetitor?

Buying Intent Visibility

Apakah produk muncul pada prompt yang dekat dengan keputusan pembelian?

Alternative Visibility

Apakah produk muncul sebagai alternatif untuk kompetitor?

Comparison Visibility

Bagaimana produk dijelaskan ketika dibandingkan?

Visibility Trend

Apakah visibility meningkat atau menurun dari waktu ke waktu?

Dengan melihat beberapa dimensi tersebut, tim SaaS mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai posisi produk di AI Search.

Pantau AI Visibility SaaS dengan SpiderPrompt

Melakukan pengecekan manual dapat membantu untuk eksperimen awal.

Namun ketika perusahaan mulai memantau banyak prompt, kompetitor, dan platform AI, proses tersebut akan semakin sulit dilakukan secara konsisten.

SpiderPrompt membantu perusahaan SaaS memantau bagaimana produk mereka terlihat di berbagai platform AI.

Dengan Prompt Tracking, tim dapat memantau category prompt, comparison, alternative, dan berbagai pertanyaan dengan buying intent.

AI Mentions membantu melihat kapan dan dalam konteks apa brand disebut.

Brand Competitor membantu membandingkan visibility dengan produk lain dalam kategori yang sama.

Sementara AI Analytics memberikan insight tambahan mengenai aktivitas AI terhadap website.

Dengan monitoring yang lebih terstruktur, perusahaan SaaS dapat memahami bukan hanya:

“Apakah produk kita punya traffic?”

Tetapi juga:

“Ketika calon pelanggan meminta rekomendasi software kepada AI, apakah produk kita masuk ke dalam pilihan?”

Pelajari lebih lanjut tentang AI Visibility untuk SaaS melalui SpiderPrompt.

#Artificial Intelligence